Masyarakat
Perkotaan dan Pola Interaksi Sosial; Perspektif Sosiologi
Penulis:
Dr. H. Ali Nasith, M.Si., M.Pd.I
Kota menawarkan
tempat berkumpul bagi ribuan manusia, kesepian dan alienasi justru menjadi
sahabat setia bagi banyak jiwa. Ritme
hidup yang terlalu cepat, kurangnya koneksi emosional, dan budaya
individualisme menjadikan kota sebagai ruang sosial yang ironis. Melalui kajian mendalam, bab ini
menggambarkan bagaimana fenomena ini tidak hanya memengaruhi kehidupan
individu, tetapi juga mengubah pola hubungan antarmanusia.
Buku ini
mengajak pembaca untuk merefleksikan, bahwa di balik keramaian kota, terdapat
kebutuhan mendalam akan solidaritas dan koneksi. Kami menaruh harapan besar bahwa pembahasan
ini dapat membuka mata, menyadarkan kita tentang pentingnya memulihkan hubungan
sosial di era urbanisasi.
Dari ritual
harian yang mematri kebiasaan, hingga ketidaksetaraan sosial yang memisahkan
langkah-langkah, kota berdiri sebagai saksi atas mimpi-mimpi yang tersangkut di
atap gedung tinggi, namun ia juga menjadi tempat lahirnya harapan, di mana
teknologi dan inovasi mencoba merajut solidaritas yang hilang.
Dalam pembahasan
yang lain kita akan menyusuri; Dampak sosial media yang membentuk wajah kota,
smart city sebagai tranformasi ruang dan relasi manusia, hingga fenomena
Staycation yang melukis kota sebagai ruang pelarian. Di tengah persaingan gaya
hidup yang tiada henti, kota menjadi palet, tempat manusia melukiskan identitas
dan ambisi mereka. Buku ini bukan sekedar narasi tentang kota, ia adalah perjalanan
menuju hati yang tersembunyi di antara gedung-gedung pencakar langit. Sebuah
usaha untuk memahami bahwa meski kota menawarkan mimpi, ia juga menyimpan luka
yang harus kita sadari.